|
|
|
Pendahuluan
Tuhan Yesus berkata” Sebab siapakah diantara kamu yang kalau mendirikan sebuah
menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya
untuk menyelesaikan pekerjaan itu?.”(Lukas, 14: 28)
Atau, raja manakah yang kalau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk
dahulu mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi
lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?. ( Lukas, 14: 31)
Berangkat dari pesan dan gambaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus pada
saat banyak orang berduyun-duyun mengikuti-Nya pada saat perjalanan-Nya, kami –
setelah mendapat perintah dari Majelis Pusat HKI - mencoba memberikan pemikiran
untuk membuat Master Plan atau Rencana Induk ini. Untuk itu kami terlebih dahulu
melakukan beberapa kali pertemuan dan rapat untuk menganalisa tentang apa yang
menjadi isi dan muatan dari Rencana Induk/Master Plan ini. Hasilnya dirangkum,
ditulis, dibahas dengan seksama untuk dipertimbangkan, apakah dapat dilaksanakan
kelak. Setelah itu hasil rancangan itu disampaikan kepada Majelis Pusat HKI
untuk disahkan menjadi bahan di Sinode Am HKI ke-56 dan kalau sinode menerimanya,
itu akan diterbitkan dan dibuat menjadi buku pedoman kerja dan pelayanan bagi
para pelayan gereja HKI (mulai Pimpinan Pusat, Majelis Pusat, pendeta, guru
jemaat, bibelvrouw, evangelist dan sintua atau diaken atau pelayan lainnya) yang
sedang terlibat atau yang akan terlibat dalam penguatan, pengembangan,
pembangunan dan pelestarian gereja yang kita cintai, Huria Kristen Indonesia.
Dengan demikian harapan kita, HKI menjadi gereja yang semakin mandiri, kuat, dan
mampu mengamalkan dan membagi-bagikan keselamatan yang dianugerahkan Yesus
Kristus itu bagi umat manusia seperti yang dinyatakan dalam visi dan misi HKI.
Disamping itu ada beberapa pesan pernyataan dari para ahli yang perlu kita simak
seperti dikutip di bawah ini:
“Success doesn’t come the way you think it does,it comes from the way you
think!”
Robert Schuller
Seperti yang disampaikan oleh Robert Schuller di atas bahwa ”keberhasilan itu
bukan datang dengan sendirinya menghampiri anda, tetapi keberhasilan itu datang
atau dapat dicapai melalui bagaimana cara anda berpikir”. Jelas bahwa dengan
kemampuan memikirkan dan membuatnya menjadi rencana dan program kerja yang dapat
diukur, dilaksanakan, dikendalikan dan diselesaikan secara bertahap atau
bersama-sama, keberhasilan itu akan dapat diraih, yang tentu saja dengan
persetujuan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus sebagai kepala gereja. Untuk itu
diperlukan kesatuan tekad dan kemauan seluruh komponen dan unsur pimpinan pusat,
pimpinan daerah, pimpinan resort, pimpinan jemaat, para pelayan dan anggota
jemaat untuk mensukseskan pelaksanaan Master Plan/Rencana Induk ini dengan cara
me-ngoptimalisasikan seluruh kapasitas yang ada. Sebab tujuan utama Master Plan
ini adalah untuk kemajuan dan perkembangan Huria Kristen Indonesia.
Untuk mencapai tujuan penyusunan Master Plan ini, di sini akan dipaparkan :
Kebijakan Dasar, menguraikan mengapa harus HKI harus menyusun Master Plan-nya,
dipaparkan juga Kerangka Kerja penyusunannya yaitu untuk mengetahui bahwa
penyusunannya menggunakan alur kerja dengan sistem berfikir yang sistematis,
serta Dasar Hukum yang dimiliki oleh tim dalam penyusunan Master Plan ini.
Pada Bab Pertama, diuraikan profil dan informasi umum tentang Huria Kristen
Indonesia mulai dari Visi, Misi, Nilai, Kultur, Tujuan Strategis hingga sejarah
dan fasilitasnya.
Bab II; memaparkan tentang analisa Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman
(disebut analisa SWOT) yang akan dihadapi oleh HKI sekarang dan kedepan.
Selanjutnya Bab III, merupakan hasil analisis Produk Layanan yang dipunyai HKI.
Analisis Segmentasi Dan Peta Jemaat di bahas pada bab IV dengan menggunakan
forecasting trends dengan asumsi konservatif, hal ini dilakukan untuk
mendekatkan pada jumlah personil yang dipunyai HKI saat ini, karena data yang
ada di Almanak tidak menggambarkan data jemaat yang sebenarnya saat ini.
Bab V, adalah mengenai rencana pengembangan jemaat-jemaat HKI. Hal ini kami
melakukan target-target yang akan dicapai oleh seluruh pelayan HKI, hal ini
harus dicapai secara bertahap untuk kelangsungan dan perkembangan HKI.
Pada Bab VI, membahas tentang Pengembangan Pelayanan yaitu menetapkan
langkah-langkah proses, ongkos pengembangan SDM para pelayan HKI.
Di Bab VII, menggambarkan Rencana Manajemen dalam rangka menempuh pelaksanaan
program-program yang akan dilaksanakan secara bertahap, terukur dan
berkesinambungan serta disesuaikan dengan kekuatan yang ada mulai dari pusat
hingga di jemaat – jemaat HKI seluruh Indonesia.
Master Plan ini mempunyai Lampiran-lampiran yaitu dalam bentuk tabel-tabel.
Kami sangat menyadari keterbatasan kemampuan, waktu, data, dan dukungan
finansiil yang sangat minim serta hal-hal lain yang diperlukan dalam penyusunan
Master Plan yang selengkap-lengkapnya, team menilai hasil penyusunan ini sebagai
Preliminary Master Plan HKI untuk jangka waktu 25 tahun dan tim memberikan
rekomendasi-rekomendasi demi penyempurnaan pembuatan Master Plan berikutnya.
[]
|
|