Beranda | Sejarah | Tata Gereja | Logo | Bagan Organisasi | Data Pelayan  Master Plan HKI | GBP3 | Departemen StatistikKomite HIV/AIDS | Download | Alkitab Online| Hubungi HKI
Rabu, 08 September 2010

Tahun 2010 - Tahun Pekabaran Injil (MARTURIA)

KOMITE PENCEGAHAN & PENDAMPINGAN HIV/AIDS

KOMITE PENCEGAHAN & PENDAMPINGAN HIV/AIDS
HURIA KRISTEN INDONESIA ( HKI )


I. Pendahuluan
Kepekaan terhadap persoalan umat adalah mutlak diperlukan dalam penunaian tri tugas panggilan Gereja sebagai garam dan terang dikonteks dimana Gereja berdiri. Karena berawal dari kepekaan itulah diketahui pelayanan kontekstual dapat dilakukan. Huria Kristen Indonesia (HKI) adalah Gereja yang populasi umatnya mencapai + 350 ribu jiwa yang tersebar di 8 Daerah pelayanan ( 11 Propinsi ) dan 718 Jemaat 118 Resort di seluruh tanah air baik di daerah perkotaan, daerah industri, transisi dan pelosok desa.
Salah satu persoalan Sosial yang menjadi perhatian HKI adalah hal penyebaran penyakit HIV/AIDS dan penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). HKI melihat bahwa epidemic HIV/AIDS selain mempengaruhi kesehatan, juga berpengaruh terhadap sosio-ekonomi, sosio-budaya dan politik. Seperti pola hidup dunia malam, penyakit Sosial pergaulan bebas ( lintas usia ), tidak tertanggulangnya penyalahgunaan Narkoba dan minuman alkohol, kriminal, kemiskinan, tingkat pendidikan dan pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi, lemahnya Sosial control termasuk buku porno dan film porno, hingga kepada membuka kenyataan bahwa banyaknya terjadi transfusi darah yang tidak steril di pelayanan medis negeri ini.
Dengan visi yang ada pada HKI yaitu mengembangkan gereja yang inklusif dan missioner ( Lihat Pembukaan TTG HKI 2005 ), maka HKI yang merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara perlu memberikan perhatian yang serius untuk berperan aktif dalam pelayanan penanggulangan HIV/AIDS. HKI terpanggil untuk peduli dengan kehidupan sesama dengan orang yang hidup dengan HIV/AIDS untuk melayani, melindungi, menolong dan memberdayakan pelayan gereja untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS. Kehadiran HIV/AIDS dalam tubuh, keluarga, persekutuan dan orang di luar persekutuan sehingga gereja dapat semakin menyediakan suasana kasih, penerimaan dan dukungan bagi mereka kelompok risiko tinggi, memberikan ibadah yang menjangkau kebutuhan, menciptakan kelompok pendukung, melakukan kunjungan pada pengidap dan keluarganya, menyediakan dasar theologis untuk bisa menjawab tantangan HIV/AIDS dan berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat dengan komitment menciptakan suasana keterbukaan dan penerimaan, menghapuskan stigmatisasi ODHA, mencegah penyebaran, dan usaha menghentikan suasana penolakan dan kebisuan (breaking silent) yang membuat orang enggan membicarakan secara terbuka tentang HIV/AIDS.
 

[]
 

PA. Zarfat HKI  | Web Blog Majalah 

Copyright © 2007, HKI. Design by gratianet cybermedia